Valerio International Guitar Festival : Cerminan Dunia Gitar Indonesia

Mengenal lebih dekat Pius Gracio Anton dan Valerio Guitar Festival
August 27, 2018
Duo Madrid Come To Excellent Music School
September 9, 2018

Oleh Theduardo Prasetyo

Guitanesia kali ini mengunjungi secara langsung acara Valerio International Guitar Festival di Jogjakarta. Terlihat dengan jelas usaha besar yang diberikan untuk tetap menghidupkan jalannya festival yang sudah dihelat untuk keenam kalinya ini. Peserta yang datang mayoritas berasal dari Indonesia terutama dari kota Jogja sendiri. Beberapa peserta bahkan datang dari Lampung, Jakarta, dan Filipina bersama keluarga yang mendukung anaknya untuk mengikuti lomba. Perlu diacungkan jempol usaha Valerio, Pak Pius, dan Pak Anton untuk berusaha menghidupkan dunia gitar tanah air agar tidak tertinggal dari tetangga dan dunia internasional. Namun, berpikir kritis dan melakukan refleksi adalah bagian penting dari perkembangan sebuah proyek. Valerio International Guitar Festival yang adalah satu-satunya festival gitar rutin tahunan di Indonesia ini adalah cerminan dunia gitar klasik Indonesia itu sendiri.

Sebuah ide yang sangat baik untuk mengadakan konser dengan pembuka oleh artis lokal untuk musisi internasional. Bukan hanya anak-anak muda yang masih atau baru saja lulus kuliah diberi kesempatan untuk tampil, namun juga pemain senior dengan jam terbang yang tinggi pun diberikan kesempatan itu. Hal ini semoga memberikan sebuah pengalaman kerja seni praktis yang riil untuk para musisi lokal dan untuk musisi internasional mendapatkan pengalaman bekerja dengan musisi di luar negara mereka sendiri. Karena seperti halnya pekerjaan “biasa”, musisi pun butuh pengalaman berinteraksi dengan musisi asing, misalnya saja berlatih untuk berkomunikasi dalam bahasa lain di bidang kerja ataupun menjalin hubungan pertemanan internasional.

Semakin terhubungnya dunia barat dengan Asia, yang saat ini sedang berkembang dengan sangat pesat, membuat perpindahan tenaga kerja yang tidak bisa dihentikan. Di dalam dunia musik klasik, bisa kita perhatikan hal ini dengan semakin banyaknya masterclass yang diberikan oleh pengajar asing terutama di libur musim panas (Juli-Agustus). Tentu saja ini bukanlah hal yang buruk, tapi jika dilihat secara jangka panjang, mungkin ada baiknya kita bertanya pada diri sendiri : Apakah SDM kita sudah menjadi jauh lebih baik dengan adanya masterclass singkat tiap tahunnya ini? dan seperti apa kira-kira dunia musik kita ke depannya?

Dunia musik bukanlah dunia kerja yang mudah, apalagi dunia gitar klasik. Banyak sekali skills yang dibutuhkan seorang musisi untuk bisa bertahan di era yang semakin global dan modern ini – tentunya keahlian bermain musik adalah yang paling penting! Memang dunia gitar kita jarang mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah, namun janganlah hal ini menjadi batu sandungan perjuangan kita dalam memperbaiki generasi setelahnya. Pembenahan secara organisasional baknya sebuah perusahaan yang baru melakukan restrukturisasi mungkin diperlukan. Perlunya sebuah organisasi yang dapat mengatur rencana besar bersama dan memayungi gitaris indonesia di wadah yang sama bukanlah ide yang buruk, karena sebenarnya tujuan kebanyakan dari kita adalah sama : majunya dunia gitar Indonesia.

Dari dunia gitar klasik Indonesia sendiri perlu memiliki sebuah tujuan umum bersama yang ingin dicapai dalam tahun-tahun mendatang jika ingin berkembang lebih cepat dan lebih baik. Sangat disayangkan sekali, jika festival sebaik Valerio ini hanya diramaikan oleh gitaris Jogja, padahal kita tahu betapa banyaknya gitaris tanah air yang ingin belajar dengan serius.

Seperti dunia kerja pada umumnya, persaingan selalu ada. Bisa kita hitung ada berapa banyak maskapai penerbangan yang ditawarkan kepada publik, padahal mereka semua sama-sama menjual transportasi dari A ke B. Tapi, tetap saja ada maskapai baru yang bermunculan dalam pasar yang sudah ramai. Pasti ada inovasi atau ide baru dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dalam persaingan.

Sama seperti festival gitar, yang tentu saja di balik nilai edukatif yang tinggi, mengandung potensi ekonomi yang tinggi untuk banyak pihak. Tapi, sudah banyak festival gitar di Asia. Ide baru seperti kompetisi fingerstyle terbukti mampu mengundang kontestan dan penonton baru yang sebelumnya belum terlihat dalam festival gitar klasik biasanya. Tentunya masih banyak ide lain yang sebaiknya kita terima dengan pikiran yang terbuka demi upaya meningkatkan kualitas dalam persaingan.

Dunia musik memang, seperti dunia kerja yang lain, keras dan sulit. Tapi, dunia ini dipenuhi oleh individu-individu yang selalu terpacu tiap harinya untuk memberikan seluruh tenaganya pada pekerjaan yang ia lakukan – semua atas dasar kecintaan terhadap musik. Siapa dari kita yang benar-benar mencintai pekerjaannya, tanpa menyinggung pihak manapun, misalnya sebagai karyawan kantoran 9 to 5(atau bahkan 9 to 9).

37359786_304278213470500_1275161406336925696_n

Mari kita tunggu dengan antusias Valerio Guitar Festival selanjutnya yang semoga akan diadakan tahun depan. Dan sampai jumpa tahun depan!

Sumber : guitanesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *