Mengenal lebih dekat Pius Gracio Anton dan Valerio Guitar Festival

Photo Gallery 6th Valerio International Guitar Festival
August 9, 2018
Valerio International Guitar Festival : Cerminan Dunia Gitar Indonesia
August 27, 2018

Oleh Aris Manuel

Tak dapat dipungkiri bahwa Valerio Guitar Festival saat ini menjadi festival gitar di Indonesia yang berjalan secara konsisten. Bahkan, mulai diperhitungkan di taraf internasional, khususnya Asia. Dimulai dari tahun 2013, Pius dengan bermodalkan tekad, semangat dan dana seadanya mencoba membangun Festival gitar ini. Sebagai single fighter, Beliau dengan susah payah mencari sponsor dan mengalami kebuntuan. Maka, Beliau mengungkapkan bahwa konsistensi berjalannya Valerio adalah karena fokus pada tujuan serta manfaat dari adanya festival gitar tersebut. Hal tersebut menjadi kekuatan bagi Beliau untuk menangkis berbagai cemooh serta kritikan yang tidak membangun sehingga terus dapat berfokus pada hal-hal yang positif.

Namun, sebenarnya Valerio bukanlah kompetisi gitar pertama yang diselenggarakan oleh Pius. Pada tahun 2009, terdorong akan keinginannya untuk memberikan wadah dan menghidupkan dunia kompetisi gitar klasik yang sempat terhenti selama 9 tahun, Pius pernah membuat kompetisi gitar klasik di area Jakarta Utara. Namun, cukup mengagetkan ketika ternyata peserta yang datang mayoritas berasal dari Yogyakarta. Peserta-peserta tersebut jauh datang dari universitasnya dengan menggunakan bus.

Melihat, antusiasme tersebut, akhirnya Valerio Guitar Festival dibuat di Yogyakarta untuk pertama kalinya di tahun 2013 dan berjalan hingga tahun 2018. Menurut Beliau, Yogyakarta dianggap sebagai salah satu barometer gitar klasik di Indonesia. Hal tersebut juga didukung pengalamannya saat melaksanakan kompetisi gitar pada tahun 2009. Sangat disayangkan juga apabila warga Yogyakarta yang ingin mengikuti kompetisi namun tidak bisa karena berkendala tentang masalah dana misalnya. Hal tersebut juga bermaksud supaya juara yang muncul benar-benar seorang juara yang layak dan berkualifikasi kompetensi yang baik karena dapat menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

21314532_10203423496025279_8070710002591493215_n.jpg

Sebagai festival yang terbuka juga untuk peserta Internasional, Valerio Guitar banyak diminati oleh peserta-peserta dari Mancanegara, seperti China dan Thailand. Maka, juri-juri yang dipilih pun melalui seleksi yang begitu ketat supaya juri-juri yang terpilih benar-benar kompeten dan berkualifikasi dengan baik. Pada festival Valerio tahun ini, setidaknya ada 20 juri yang telah mengajukkan diri untuk menjadi juri. Seluruh juri yang mengajukan diri, harus melalui seleksi dari portofolio, maupun media sosial yang dimilikinya. Selain itu, seleksi ini dilakukan oleh para penyelenggara kompetisi gitar klasik Asia lainnya yang bekerjasama dengan Valerio, salah satu contohnya adalah Tarrega Guitar Festival. Hal ini juga dilakukan supaya juara Valerio memang memiliki standar level yang sama dengan festival gitar di Asia lainnya. Hal ini terbukti bahwa juara dari Valerio Guitar Festival selalu memperoleh peringkat 3 besar di Tarrega Guitar Festival.

21034432_10203381763741998_1317934224610552385_n.jpg

Terdapat hal yang menarik mengenai orientasi dibuatnya festival gitar ini. Bagi Pius, Hadiah perlombaan baginya seharusnya bukanlah orientasi utama atau motivasi utama bagi para peserta lomba. Lomba ini, memiliki orientasi bahwa pemenang perlomban ini dapat memiliki portofolio atau prestasi yang dapat mengangkat karir dan reputasi peserta yang menjadi juara dari festival ini. Menurut Beliau ini hal yang lebih penting daripada hadiah-hadiah yang diberikan.

Selain menjadi penyelenggara gitar, tidak banyak yang tahu bahwa Pius sebenarnya adalah seorang pengajar gitar yang sudah mengajar lebih dari 20 tahun. Dimulai dari mengajar beberapa sekolah musik, hingga akhirnya membukanya sendiri dengan menyewa garasi suatu rumah. Lalu, saat ini Beliau memiliki sekolah musik bernama Excellent Music School yang kurang lebih berjumlah 400 siswa. Sebagai pengajar aktif, Pius juga mengembangkan pengajarannya hingga ke daerah-daerah di Indonesia. Cara Beliau memasarkan dan mengangkat gitar klasik di Indonesia juga dengan membantu memberikan edukasi dan informasi ke sekolah musik yang berada di daerah.

Selain sebagai organizer dan guru gitar, Pius juga memberikan kontribusi lain dengan cara menjual gitar klasik yang ber-merk Valerio. Beliau dengan senang hati akan memberikan peluang bagi gitaris-gitaris untuk mencoba gitar Valerio. Baginya, itu adalah cara terbaik memasarkan gitarnya, yakni memberikan pengalaman langsung. Faktanya, gitar Valerio cukup banyak dinikmati oleh gitaris klasik di Indonesia, di Jakarta maupun di daerah.

Harapan Pius kedepan bagi Valerio Guitar Festival adalah festival ini menjadi lebih diperhitungkan lagi di dunia. Maka Valerio guitar festival terus berusaha mengalami perbaikan, sehingga standar dari festival ini semakin tinggi dan bergengsi. Selain itu, berbagai hal baru yang disajikan terus diupayakan supaya menjadi lebih baik dan menarik. Misalnya saja, pada tahun ini terdapat kategori baru, yakni kategori fingerstyle. Selain itu, sebagai artis, Sabrina Vlaskalic tidak hanya bermain sebagai solois tunggal, namun diiringi oleh pemusik-pemusik dengan instrumen lainnya (tentu ini akan menjadi kejutan). Lalu, yang membedakan dengan event Valerio sebelumnya adalah, pada Event ini hanya terdiri dari dua babak, yakni penyisihan dan final. Sedangkan, sebelumnya menggunakan 3 babak untuk menentukan pemenangnya.

30738203_10155807711949440_5592419767286759424_o

Tentu sebagai Bangsa Indonesia, kita patut berbangga dengan adanya Valerio Guitar Festival ini. Semoga festival ini terus berkembang dan bisa menjadi salah satu festival gitar terbaik di dunia. Selain itu, kita harapkan partisipasi dari badan pariwisata maupun badan ekonomi kreatif mulai melihat bahwa ini adalah peluang yang baik bagi kemajuan negara kita.

Sumber : guitanesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *